Postingan

MENGUAK KEBENARAN BARU

Oleh: Yosep Septiawan, O.Carm Kata Pengantar Saat ini, Jakarta mempunyai seorang pemimpin yang handal. Seorang pemimpin yang tidak melulu mengikuti sistem. Ia mempunyai pertimbangan sendiri ketika hendak melangkah. Ia menyadari bahwa sistem yang kini dipakai bukanlah sistem yang baik. Oleh karena itu, ia keluar dari sistem yang ada. Tentunya ia mempunyai pendapat yang patut dipertanggung jawabkan untuk keluar dari sistem. Inilah sebuah gambaran pemikiran Descartes pada masa kini. Dalam uraiannya Meditations on First Philosophy, ia mau mengajak untuk berpikir kembali mengenai pengetahuan yang ada. Tentunya orang perlu memberikan pemikiran yang jelas dan dapat dibedakan dengan yang lain. Ketika sebuah pemikiran masuk dalam sebuah sistem, dan pemikiran itu menyesatkan, sistem itu akan berbahaya dalam kelangsungan hidup bersama. Dalam Meditations on First Philosophy, orang diajak untuk bertanya atau dalam bahasa Descartes meragukan keyakinan-keyakinan yang ada untuk mendapatka...

SURAT PENGGEMBALAAN “Surat Paulus Yang Pertama Kepada Timotius”

Oleh : Fr. YosepSeptiawan, O.Carm Surat Paulus yang pertama kepada Timotius merupakan surat penggembalaan. Sebuah surat yang ditujukan kepada seorang pejabat atau gembala yakni Timotius. Surat kepada Timotius ini berisikan himbauan dan nasihat-nasihat kepada pejabat terlebih lagi untuk membangun organisasi gereja dan kehidupan jemaat. Jemaat Surat Paulus ini ditujukan kepada gembala umat yakni Timotius. Paulus meminta Timotius untuk mendampingi umat di Efesus. Timotius adalah anak dari seorang wanita kristen Yahudi dan ayahnya Yunani (Kis 16:1). Ia berasal dari Listra. Timotius menjadi kristen karena pengaruh dari Paulus (1 Kor 4:17). Ia merupakan teman sekerja Paulus dalam mewartakan injil, penggembalaan umat, dan dalam mengunjungi umat di Tesalonika (1 Tes 3:2), Filipi (Flp 2: 19) dan Korintus (1 Kor 4:17; 16:10). Dalam surat ini, Paulus memberi nasihat kepada Timotius yang sedang mengalami kesulitan dalam mendampingi umat di Efesus. Jemaat kurang menghargai dia karena...

Terjemahan Dekrit Milan

By: Yosep Septiawan, O.Carm When I, Constantine Augustus, as well as I Licinius Augustus fortunately met near Mediolanurn (Milan), and were considering everything that pertained to the public welfare and security, we thought -, among other things which we saw would be for the good of many, those regulations pertaining to the reverence of the Divinity ought certainly to be made first, so that we might grant to the Christians and others full authority to observe that religion which each preferred; whence any Divinity whatsoever in the seat of the heavens may be propitious and kindly disposed to us and all who are placed under our rule And thus by this wholesome counsel and most upright provision we thought to arrange that no one whatsoever should be denied the opportunity to give his heart to the observance of the Christian religion, of that religion which he should think best for himself, so that the Supreme Deity, to whose worship we freely yield our hearts) may show in all thi...

“SOKRATES DAN KESALEHAN’’

Oleh: Lampirma Adesaputra Bako, O.Carm Yosep Septiawan, O.Carm Dalam dialog ini, terjadi pembicaraan antara Sokrates dengan Euthyfro. Topik pembicaraan pertama mereka mengenai alasan keberadaan Sokrates di beranda Raja Arkhon di Atena. Keberadaan Sokrates di berada Raja Arkhon dikarenakan ada orang yang ingin mengajukan dakwaan terhadap Sokrates oleh Meletus. Meletus menuduh Sokrates telah meracuni anak muda yang ada di Atena. Meletos beranggapan bahwa Sokrates telah menciptakan dewa baru dan menolak dewa lama. Dia mendakwa Sokrates demi kepentingan dewa-dewa lama. Topik pembicaraan mereka yang kedua mengenai dakwaan Euthyfro terhadap ayahnya yang secara tidak sengaja membunuh pekerja buruh harian lepas. Dakwaan Euthyfro terhadap ayahnya ini menimbulkan kekaguman pada Sokrates. Kekaguman Sokrates terletak keberanian Euthyfro mendakwa ayahnya sendiri. Orang berhikmat yang bisa mendakwa perkara semacam ini. Maka Sokrates menghendaki supaya ia menjadi murid Euthyfro dan bi...

Panorama Metafisika

Oleh: Yosep Septiawan, O.Carm Keheranan Adalah Awal Sebuah Pencarian Keheranan adalah awal sebuah pencarian yang didorong oleh rasa ingin tahu akan sesuatu hal. Aristoteles memulai filsafatnya dengan pernyataan, Every man has by nature desire to know . Pernyataan Aristoteles mau mengatakan bahwa setiap manusia dari kodratnya mempunyai desakan untuk mengenal, mencari tahu 1 dan mengejar pengetahuan yang mendalam. Dengan demikian, pencarian akan sesuatu hal berlanjut terus menerus dalam hidup manusia. Keheranan selalu melekat dalam diri manusia. Keheranan untuk mencari sesuatu hal harus masuk dalam kesadaran manusia 2 . Manusia mempunyai dua kesadaran untuk memulai sebuah pencarian. Kesadaran pertama adalah mengenal diri sendiri. 3 Mengenai diri berarti seorang mengenal nama, ayah, ibu, saudara, peristiwa-peristiwa hidup yang pernah dialami, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan hidupnya. Mengenal diri dimaksudkan mengenal diri dengan totalias. Seseorang harus mengenal den...